KETENTUAN LOMBA MENULIS “KITA BHINNEKA KITA INDONESIA”

 LOMBA MENULIS

LOMBA MENULIS “KITA BHINNEKA KITA INDONESIA”

LATAR BELAKANG
Indonesia memiliki lebih dari 13.466 pulau di mana di dalamnya berdiam lebih dari 262 juta jiwa dengan 740 suku bangsa dan berbicara dengan 707 bahasa. Sejak dahulu kala Bangsa Indonesia telah menyadari hal ini dan mampu mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang toleran terhadap perbedaan. Semangat ini mewujud di dalam semboyan Bangsa Indonesia: “Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu.” Kita harus menyadari bahwa tidak cukup memiliki semboyan yang bagus. Sebagai umat Gereja kita harus terus memperjuangkan agar perbedaan-perbedaan yang sangat banyak tetap berada di dalam satu kesatuan Bangsa Indonesia.

Tahun ini Gereja di bawah Keuskupan Agung Jakarta lebih banyak aktif ambil bagian terciptanya NKRI melalui pencanangan Tahun Persatuan Kita Bhineka Kita Indonesia. Inisiatif ini ditindaklanjuti oleh Gereja Kristus Salvator, Paroki Slipi dengan berbagai acara, salah satunya adalah Lomba Menulis bertemakan “Kita Bhinneka Kita Indonesia.”

PENJELASAN TEMA
Gejala-gejala sosial seperti peningkatan konflik yang bernuansakan antar kelompok ras, etnisitas, dan kelompok keagamaan mempunyai kecenderungan semakin meningkat. Gejala ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan sudah mengglobal. Peningkatan proses globalisasi ini menguatkan gejala yang sudah terjadi di Indonesia.

Terdapat beberapa faktor yang cenderung dipandang sebagai penyebab peningkatan konflik yang berlandaskan ikatan primordial ini yaitu (1) konflik kepentingan, (2) perbedaan-perbedaan budaya, (3) eksploitasi terhadap kelompok marjinal, (4) rasisme yang berbasiskan stereotipe yang disosialisasikan, dan (5) penguatan nasionalisme oleh para pemimpin politik. Kelima faktor ini tidak ada yang dominan, tetapi saling terjalin satu sama lain.

Saat ini ada tiga pertanyaan yang relevan. Pertama, bagaimana masyarakat Indonesia saat ini, khususnya dengan kohesi (keterpautan) sosial yang ada di DKI Jakarta yang ternyata masih sangat superfisial dan artifisial. Kedua, bagaimana caranya agar kohesi sosial yang sesungguhnya bisa mulai dibangun di dalam masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jakarta pada khususnya. Ketiga, bagaimana keragaman yang ada malah dapat dijadikan rahmat persatuan.

KATEGORI LOMBA
Ada dua kategori yang dilombakan, yaitu:
1. REMAJA.
Karya tulis di dalam kategori ini adalah bersifat karya tulis bebas. Penulis dapat mengungkapkan pikiran-pikiran, pengalaman dan ide-idenya secara bebas mengenai tema di atas. Jenis karya bisa saja berupa cerita pendek (cerpen), surat, drama, feature, dan esai.

2. DEWASA
Karya tulis di dalam kategori ini bersifat penulisan Feature. Feature itu bisa berupa berita ataupun artikel opini yang disajikan dalam bentuk “bertutur” (Story Telling), seperti halnya Cerpen. Tulisan feature tidak hanya menyampaikan informasi, melainkan menghibur, membangkitkan emosi, dan memiliki sudut-sudut subjektif. Ada beberapa bentuk Feature yaitu feature berita, feature human interest, feature tips, feature biografi, feature sejarah dan feature petualangan (catatan perjalanan).

KRITERIA PENILAIAN
• Gagasan: Orisinal, Kreatif, Aktual
• Konten: Kesesuaian dengan Tema
• Tata cara penulisan dan kelengkapan tulisan
• Kreativitas pengolahan ide

KETENTUAN LOMBA
1. Ketentuan Umum
a. Berusia sesuai dengan batasan umur masing-masing kategori (Remaja 13 – 17 tahun, Dewasa 17 tahun ke atas);
b. Merupakan umat Paroki Slipi, Gereja Kristus Salvator yang dibuktikan dengan scan/fotokopi Kartu Keluarga Katolik;
c. Mengisi formulir registrasi yang dapat didownload di www.salvatorslipi.com dengan lengkap dan benar. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta apabila ternyata peserta tidak memberikan data diri yang benar.
d. Batas akhir pengumpulan: Senin, 1 Oktober 2018 jam 23.59 melalui email ke LombaSalvatorSlipi@gmail.com disertai dengan formulir registrasi yang telah diisi lengkap dan scan KK Katolik peserta;
e. Seluruh anggota DPH, ketua seksi dan ketua kategorial & panitia inti, tidak boleh ikut serta di dalam lomba ini;
f. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.
g. Peserta dapat mengirimkan lebih dari 1 (satu) karya tulis, namun hanya 1 (satu) karya tulisnya yang berhak menjadi pemenang;
h. Karya yang sudah dikirim menjadi hak milik Panitia Tahun Persatuan dan dapat digunakan secara bebas untuk kepentingan Paroki Slipi.

2. Ketentuan Tulisan
a. Naskah ditulis di atas kertas A4 dengan spasi 1 ½, font Arial ukuran 12, marjin atas bawah kiri kanan sebesar 2,54 cm;
b. Bahasa yang digunakan bahasa indonesia yang benar (termasuk didalamnya bahasa serapan atau sehari hari);
c. Karya tidak mengandung unsur pornografi, SARA, ujaran kebencian, hoax, dan merendahkan orang lain dan plagiatisme;
d. Penggunaan atau pengutipan karya orang lain harus dengan mencantumkan sumber secara lengkap pada catatan kaki;
e. Naskah yang diikutsertakan dalam lomba ini merupakan karya perorangan, orisinil, bukan saduran dan bukan terjemahan, serta tidak diikutsertakan dalam lomba lainnya dan belum pernah diterbitkan di tempat lain;
f. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta apabila memasukkan unsur negatif didalamnya.

3. Ketentuan untuk Kategori REMAJA
a. Batas usia: 13 – 17 tahun
b. Panjang tulisan: 2 – 4 halaman
c. Jenis tulisan: karya tulis bebas

4. Ketentuan untuk Kategori DEWASA
a. Batas usia: 17 tahun ke atas
b. Panjang tulisan: 4 – 6 halaman
c. Jenis tulisan: Feature

JURI LOMBA
Juri lomba ada 3 (tiga) orang yang akan memberikan penilaian kepada masing-masing peserta secara individual. Juri dipilihkan dari latar belakang yang bervariasi termasuk di dalamnya guru dan wartawan. Juri tidak mendapatkan informasi tentang data penulis, sehingga objektivitas penilaian juri dapat dilindungi.

PENGUMUMAN PEMENANG
Dari setiap kategori akan ditentukan 3 (tiga) karya pemenang.
Pengumuman pemenang dan Penyerahan Hadiah akan dilaksanakan pada
Hari/ tanggal : Minggu, 28 Oktober 2018
Misa : Pk. 09.00

No Responses

Comments are closed.