HUMOR

 HUMOR / TEKA TEKI KRISTAL

ALASAN MENOLAK PELAMAR (1)
Perusahaan tempat gatot bekerja, sudah mendapat calon pegawai untuk lowongan yang ditawarkan, karena itu Gatot disuruh menolak pelamar yang lainnya
Gatot: Punya mertua?
Pelamar 1: Punya….
Gatot: Pengusaha kaya?
Pelamar 1: Iya….
Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 1: Alasannya?
Gatot: Mertuamu saja tidak mau mempekerjakan kamu.
Pelamar 1: Tapi… sebetulnya, mertua saya tidak kaya.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 1: Alasannya….
Gatot: Nanti kamu sering minta naik gaji dengan alasan untuk membantu mertuamu.

ALASAN MENOLAK PELAMAR (2)

Gatot: Kamu punya pacar?

Pelamar 2: Punya….

Gatot: Dia ganteng?

Pelamar 2: Iya….

Gatot: Kamu tidak diterima

Pelamar 2: Alasannya?

Gatot: Nanti kerjamu tidak tenang. Takut pacar kamu digaet cewek lain

Pelamar 2: Eh, sebetulnya pacar saya tidak ganteng.

Gatot: Makin tidak saya terima.

Pelamar 2: Alasannya?

Gatot: Cari pacar ganteng saja tidak becus, apalagi mau kerja di sini!

ALASAN MENOLAK PELAMAR (3)
Gatot: Kamu punya pacar?
Pelamar 3: Belum….
Gatot: Pernah cari?
Pelamar 3: Pernah, tapi belum berhasil
Gatot: Kamu tidak diterima.
Pelamar 3: Alasannya?
Gatot: Lha, kamu cari pacar saja tidak becus.
Pelamar 3: Sebetulnya saya punya pacar, tetapi sudah saya tinggalkan karena saya tidak suka.
Gatot: Makin tidak saya terima.
Pelamar 3: Alasannya?
Gatot: Nanti kamu keluar kerja dengan alasan kamu tidak suka.

ALASAN MENOLAK PELAMAR (4)

Gatot: Kamu melamar sebagai apa?

Pelamar 3: Sekretaris, Pak.

Gatot: Kamu merasa cantik tidak?

Pelamar 3: Sepertinya begitu.

Gatot: Kamu tidak diterima.

Pelamar 3: Alasannya?

Gatot: Nanti para manajer jatuh cinta sama kamu, bikin perkara!

Pelamar 3: Sebetulnya, saya merasa tidak cantik.

Gatot: Makin tidak saya terima.

Pelamar 3: Alasannya?

Gatot: Tidak enak dipandang!


FOTO SIAPA?
Seorang anak kecil membantu ibunya membersihkan gudang.
Ia membuka-buka album keluarga yang bertahun-tahun tersimpan di gudang.
Dia mengambil salah satu foto. Di foto itu, seorang laki-laki tampan memakai seragam tentara, terlihat mempesona dan gagah perkasa.
Si anak bertanya, “Ma, ini siapa?”
“Oo, itu Ayah,” jawab ibunya.
Anak itu berpikir sejenak, lalu berkata, “Kalau begitu siapa laki-laki botak, buncit, berjanggut, dan berkacamata, yang sekarang tinggal dengan kita?”

IBU, SELAMAT TINGGAL!

Galih berbelanja di supermarket. Dia berjalan-jalan dan mengambil beberapa barang. Ada seorang wanita tua berjalan mengikutinya. Awalnya, dia mengabaikan wanita tua itu, namun karena diikuti terus, akhirnya dia bertanya.

Galih: Maaf, Bu, kenapa Ibu mengikuti saya?

Wanita tua: Maaf ya, Nak. Ketika saya melihatmu, saya teringat pada anak saya yang belum lama ini meninggal. Saya sedih, Nak….

Galih: Apa yang bisa saya bantu untuk mengurangi kesedihan Ibu?

(tanyanya dengan perasaan iba)

Wanita tua: Bersediakah kau, Nak? Ketika aku meninggalkanmu, kau hanya

perlu berkata “Ibu, selamat tinggal!” Itu akan membuat saya lebih baik.

Si Galih menyetujuinya. Ketika si wanita tua meninggalkannya, ia berseru, “Ibu, selamat tinggal!”

Setibanya di kasir, total pembeliannya Rp 500.000,00. Sontak si Galih heran karena barang-barang yang dibelinya hanya sedikit dan murah.

“Bagaimana bisa?” serunya kepada petugas. “Maaf, Ibu Anda mengatakan bahwa Anda yang akan membayar barang-barang belanjaannya.”

LUPA

Seorang pria diundang ke rumah temannya yang sama-sama sudah sepuh untuk makan malam. Dia kagum melihat temannya mengawali setiap permintaan dengan kata “sayang”, “cintaku”, “belahan jiwaku”, dll….pasangan itu sudah menikah 50 tahun lebih

Ketika si istri ke dapur, ia bertanya ketemannya:

“Aku kagum sekali caramu memperlakukan istrimu!”

“Aku mesti bilang yang sesungguhnya,” katanya ”Aku lupa namanya sejak sepuluh tahun lalu.”

SEMANGAT

Seorang pria baru saja ikut KEP, maka sangat bersemangat mau bersaksi. Ketika ia pergi ke desa pamannya di pedalaman, begitu turun dari bus, ia ketemu orang yang tidak ia kenal. Spontan ia bertanya:”Mas, kenal Yesus , ngak?”

Spontan orang itu geleng-geleng kepala, jawabnya:”Tidak, maaf saya orang baru di sini. Coba tanya ibu yang jualan di warung itu!”

BERISIK

Adik ke dua Joni baru saja lahir dan menangis dengan suara yang amat keras. Dengan agak jengkel karena sedikit iri, Joni bertanya kepada ayahnya

“Adik itu  datang dari mana sih, Pa?”

“Dia datang dari surga”, kata ayahnya

Joni berkata:”Ohh…pantes…! Aku mengerti sekarang kenapa dia dibuang dari surga, habis berisik sekali sihhh!!!”

Murah Hari dalam Persembahan

                Di sebuah gereja seorang pemuda sedang mengikuti ibadah. Ketika kotak kolekte lewat di hadapannya ia pun merogoh sakunya, membuka dompet dan mengeluarkan uang Rp.1.000 untuk dimasukkan ke kotak kolekte.
Tiba-tiba seorang bapak dibelakangnya menyodorkan uang Rp. 100 ribu kepadanya. Ia pun memasukkan uang itu ke kotak kolekte dengàn kagum pada Bapak yang murah hati itu. Setelah kotak kolekte berlalu, si Bapak menepuk pundaknya dan berkata
“Itu tadi jatuh dari kantongmu…”

Tuhan pengawas makanan

Pada acara retret di luar kota, setelah acara sesion 1 diselingi dengan rehat kopi.
Disisi meja terletak kue pukis dengan tulisan “Silahkan masing-masing mengambil satu….Awas Tuhan mengawasinya.
Di meja yang lain ada kue kering dengan tulisan ” Silahkan ambil sesuka hatimu…Mumpung Tuhan sedang mengawasi kue pukis.”

JANGANLAH

– Janganlah engkau MENUNTUT ILMU karena pada dasarnya ILMU tidak   bersalah.

– Janganlah engkau MENIMBA PENGETAHUAN karena di dalam sumur tidak ada  PENGETAHUAN.

– Janganlah engkau MEMBALAS BUDI karena belum tentu BUDI yang   melakukannya.

– Janganlah engkau MENYUMBANGKAN LAGU karena LAGU yang SUMBANG tentu   tidak enak didengar.

– Janganlah engkau MENGURUSI TEMAN karena belum tentu temanmu ingin   berbadan KURUS.

– Janganlah engkau MEMBERI TAHU orang yang bertanya karena orang itu   mungkin sukanya makan TEMPE.

– Janganlah engkau MENGARUNGI LAUTAN karena KARUNG memang lebih cocok   untuk beras.

No Responses

Leave a Reply