PASTOR KEPALA PAROKI: PASTOR DERIKSON A. TURNIP, CICM

 PASTOR PAROKI KRISTUS SALVATOR

 

“Berbahagialah engkau yang berani bermimpi, tetapi lebih berbahagialah engkau yang berkarya untuk mewujudkan impian. Beranikah engkau bermimpi? Beranikah engkau mewujudkan impianmu? Beranikah engkau menjadi misionaris?”

Kata-kata inilah yang menggetarkan hatiku saat menjalani pendidikan di seminari menengah Pematang Siantar, lebih dari dua puluh tahun lalu. Saat itu, aku, juga teman-teman seangkatan di kelas empat, dipersilahkan memilih ingin berkarya di tarekat mana. Aku mengakui bahwa aku memiliki jiwa pengembara, ingin pergi tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi. Karenanya aku berani menjawab tantangan untuk mewujudkan mimpi itu.
Aku lahir di pematang Siantar, di kelaurga yang sederhana pada 30 Oktober 1970. Derikson Alverius Turnip nama lengkapku. Masa kecil kuhabiskan di kampung halaman hingga menamatkan pendidikan di seminari menengah.
Aku memulai pengembaraan ini dalam perlindungan Allah dan restu Bunda Maria bersama konfrater CICM lainnya pada tahun 1990. Selama dua tahun aku mengikuti Pre-novisiat dan Noviasiat di Makassar. Aku merasa mendapat karunia di awal perjalananku ini karena boleh melintasi tiga pulau besar, saat pergi dari Pematang Siantar. Dari Sumatera ke Jawa, tepatnya Jakarta, kemudian menyeberang ke Sulawesi di Makassar. Inilah “perjalanan panjang” pertamaku, dengan bekal “kata-kata sakti” yang kudapat di brosur CICM: Misionaris CICM berani bermimpi, mengubah wajah dunia menjadi wajah Kristus.
Seusai Novisiat aku mendapat kesempatan untuk mengikuti pendalaman bahasa Inggris di Singapura selama satu tahun kemudian melanjutkan pendidikan filsafat di St. Louis University, Baguio City, Filipina. Aku lulus pada tahun 1994 dan melanjutkan pendidikan teologi di Maryhill School of Theology, New Manila, Quezon City, Metro Manila, Filipina.
Tahun orientasi pastoral selama 3 tahun kujalani berturut-turut di Balabagan, Lanao del Sur, Mindanao, Filipina (1998), kemudian Holy Family Parish Maguikay, Mandaue, Cebu, Filipina (1999), lalu pada 2000-2001 di Nangalid, Davao City, Filipina.
Kaul kekal kujalani juga di Filipina pada Pebruari 2001, di Taytay Rizal. Di sinilah aku mengucapkan janji prasetya padas tarekat CICM untuk selamanya. Aku berdoa semoga Berkat Tuhan dan Restu Bunda serta doa para konfrater sehati sejiwa dapat menguatkan aku untuk tetap setia.
Di Paroki Keluarga Kudus, Maguikay, Mandaue, Cebu pada April 2001 aku menerima tahbisan diakon. Enam bulan kemudian, tepatnya pada 5 Oktober 2001, di Pematang Siantar aku ditahbiskan sebagai imam.
Sebelum ditugaskan di Paroki St. Bernadet Ciledug pada 2004, aku sempat ditugaskan masing-masing setahun di Paroki St. Michael, Simbalan, Agusan del Norte, Mindanao, Filipina, Paroki Keluarga Kudus, Maguikay, Mandaue, Cebu, Filipina dan Paroki Maria Ratu Rosari, Makassar Indonesia.

No Responses

Comments are closed.